INFO SERU



RED COBEX

Jenis Film: Komedi
Tanggal Rilis: 17 Juni 2010
Produksi: Kharisma Starvision Plus

Pemain: Tika Pangabean, Lukman Sardi, Revalina S Temat, Shanty, Irfan Hakim, Indy Barends, Sarah Sechan, Cut Mini, Aida Nurmala, Niniek L. Karim, Joe P Project, Edo Kondologit, Sellen Fernandez.
Sutradara/Penulis: Upi
Produser: Chand Parwez Servia.

"Pembasmi keonaran, kemaksiatan & kemudharatan"
"Kita Orang Bersaudara..."

Film anyar yang menampilkan ceritera paling gres dari Starvision, hadir untuk jadi tontonan paling menghibur, drama multietnis dari Upi sebagai penulis skenario sekaligus sutradara. Representasi dari kondisi faktual saat ini, tentang maraknya aksi masyarakat yang seringkali luput dari kontrol aparat keamanan, tentang geng yang paling disegani : Red CobeX, bukan kapak merah yang pelaku kejahatan karena ‘cobek merah’ justru anti kejahatan, anti kemaksiatan, anti segala perbuatan yang biasa disebut penyakit sosial. Apabila sering kita dengar aksi ibu-ibu yang menghancurkan tempat-tempat kemaksiatan, geng Red CobeX yang beranggotakan 5 orang ini lebih ‘elegan’, tetapi bisa lebih brutal dan lebih ‘gila-gilaan’ karena mengatakan geng mereka ‘kocak/konyol’ bisa berakibat mereka berang, dan bikin babak belur!

Chand Parwez Servia dari Starvision langsung tergerak untuk merealisasikan film ini saat menerima sinopsis yang awalnya berjudul ‘Pucuk Dicinta, Preman Tiba!’. Kejelian Upi dalam menggabungkan berbagai unsur menjadi sebuah kisah yang menghibur sangat luar biasa, disamping menjalin kisah multi kultural juga menyelipkan kisah cinta dan drama kasih sayang ibu dan anak yang tulus, beda dan baru. Persahabatan, dan pelurusan pandangan tentang kehidupan, diajarkan Upi dengan canda tanpa kekurangan esensinya. “Saya bisa tertawa ngakak membaca naskahnya, tetapi sesaat lagi mata saya jadi basah dan dada sesak terbawa haru. Begitu melihatnya utuh jadi tontonan, ‘luar biasa’ inilah film yang patut dibanggakan, kepuasan saya atas karya ini seperti saat menonton Get Married”, demikian komentar Chand Parwez Servia.

Memang tidak berlebihan apabila Red CobeX adalah film lengkap, bahkan pantas juga disebut karya paling sulit direalisasikan. Lihat saja deretan pemain film ini yang merupakan selebritas super sibuk seperti Mama Ana (Tika Panggabean), Tante Lisa (Indy Barends), Bo Bariah (Sarah Sechan), Cik Memey (Cut Mini), Yu Halimah (Aida Nurmala), kelima orang inilah yang jadi geng Red CobeX. Kemudian putra lugu semata wayang dari Mama Ana, Yopie (Lukman Sardi) yang kemudian jatuh cinta kepada cewek Jawa manis, Astuti (Revalina S Temat) putri semata wayang dari ibu Astuti (Niniek L Karim) dan bapak Astuti (Tahir Latief). Saat Red CobeX masih dipenjara gara-gara kebablasan merampok toko emas milik mantan suami Mama Ana yang kawin lagi, sehingga Papanya Yopie (Edo Kondologit) luka permanen, Yopie keluar penjara lebih dulu, kemudian tinggal dengan Ramli (Irfan Hakim), tapi sahabatnya sejak kecil ini telah beristri Ipah (Shanty) yang sebagaimana orang kebanyakan memandang residivis sebagai sampah masyarakat, seperti juga pandangan orang tua Astuti pada Yopie atau orang-orang di tempatnya bekerja yang segera menuduh Yopie sebagai pencuri saat terjadi kehilangan, memang awalnya Yopie selalu menganggap milik orang adalah miliknya, karena “kita orang bersaudara…”, tapi Yopie berubah karena Ramli sahabatnya, dan cintanya pada Astuti.

Keterlibatan para bintang yang total berperan dengan kekayaan berbagai karakter etnis, ibarat kebhinekaan tanah air kita, lengkap utuh disusun berkat keapikan editing Wawan I Wibowo. Berbagai suasana terbangun oleh musik dari Candil yang menyanyikan kembali lagu kondang Astuti karya Oetje F Tekol yang dulunya dinyanyikan oleh almarhum Gito Rollies. Di saat Yopie dalam kecintaan pada ibundanya, dinyanyikannya lagu Sio Mamae dari Melky Goeslaw. Suasana penuh keceriaan, geng Red CobeX menjadikan penjara seakan tempat rekreasi, mereka bernyanyi, dan menari sambil berkaraoke lagu Enggo Lari dari Georgie Leiwakabessy yang dinyanyikan oleh Yopie Latul. Didin Syamsudin berhasil menampilkan berbagai karakter, melalui kreatifitasnya sebagai make up artist. Untuk kepuasan penonton, film drama komedi action ini disajikan dalam tata suara dolby stereo, melalui ketelatenan sound designer Khikmawan Santosa menyajikan elemen suara realis, atau bahkan bombastis!




TANAH AIR BETA

Genres: Keluarga, Adventure
Release Date: Jun 17th, 2010
Production Co.: Alinea Pictures.

Starring: Alexandra Gottardo, Asrul Dahlan, Griffit Patricia, Yahuda Rumbindi, Lukman Sardi, Ari Sihasale, Robby Tumewu, Thessa Kaunang.
Directed by: Ari Sihasalie
Writer by: Armantono
D.O.P: Ical Tanjung
Art Director: Tommy D. Setyanto
Music Director: Aksan Sjuman & Titi Sjuman
Editor: Andhy Pulung
Sound Designer: Dwi Budi Priyanto & Khikmawan Santosa
Produced by: Nia Sihasale Zulkarnaen, Ari Sihasale, Gunawan Raharjo.

Alenia Pictures di Tahun 2010 ini kembali merilis film terbarunya. Film berjudul "Tanah Air Bet", sebuah film keluarga (Semua Umur) dengan masa produksi hampir selama satu tahun. Proses kreatif film ini di mulai dari bulan Juli 2009 melalui riset/survey yang dilakukan selama 3 bulan, kemudian shooting dilakukan pada bulan November - Desember 2009. Film ini mengambil lokasi shooting di antaranya, Atambua, Ponu Atapupu, Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Tanah Air Beta" adalah film kedua dari Ari Sihasale, setelah film pertamanya yang berjudul "King", ditahun 2009. Teriinspirasi dari kejadian nyata pasca jajak pendapat di Timor Timur pada tauhun 1999, film ini menceritakan kisah seorang ibu bernama Tatiana (diperankan oleh Alexandra Gottardo) dengan anak perempuannya bernama Merry (diperankan oleh pendatang baru anak - Griffit Patricia) yang hidup di sebuah kamp pengungsian di Kupang. Mereka berdua berjuang menjalani kehidupan yang keras dan serba susah tersebut, dibawah bayang kerinduan yang begitu mendalam karena tidak adanya Mauro di antara mereka, anak laki-laki sulung dan kakak dari Merry, yang masih tertinggal di Timor Leste, dan bertahun-tahun hidup terpisah dari mereka. Kerinduan seorang ibu dan adik terhadap sosok yang selalu ada di hati dan doa-doa mereka.

Film "Tanah Air Beta" ini refleksi dari sebuah perjalanan panjang anak manusia yang berusaha menemukan hakekat hidup dan kenggaan terhadap nilai kebangsaan. Bahwa keutuhan sebuah keluarga, dan nilai kemanusiaan adalah di atas segala-galanya. Ideologi dan pilihan kita bisa saja berbeda, tetapi tidak akan ada apapun di dunia ini yang bisa memisahkan hubungan darah dan cinta kasih keluarga.

Beberapa pemain senior yang juga ikut bermain dengan baik di film ini, yaitu Asrul Dahlan, Lukman Sardi, Robby Tumewu, Thessa Kaunang dan Ari Sihasale. Ada juga sosok menarik yang diperankan dengan baik oleh pemain anak berbakat... Yehuda Rumbindim sebagai Carlo. Ia adalah teman sepermainan Merry di Kamp Pengungsian.

Film "Tanah Air Beta" ini skenarionya ditulis oleh Armantono, Penataan Gambar (DOP) dipercayakan kepada Ical Tanjung, salah satu Penata Kamera terbaik Indonseia saat ini, Penata Artistik oleh Moty D. Setyanto, dan kembali dalam film ini pasangan Aksan Sjuman dan Titi Sjuman memberikan sentuhan yang sangat indah dalam penataan musik film.

Film "Tanah Air Beta" juga sudah meluncurkan Novel adaptasi berjudul "Tanah Air Beta" yang ditulis oleh Sefryana Khairil dan diterbitkan oleh Gradien Mediatama. Novel ini sudah bisa didapat di semua toko buku. Sedangkan Komik Kartun Bilingual (dua bahasa) "Tanah Air Beta" dengan ilustrator komik Handoko juga sudah bisa didapat di seluruh gerai Alfamart dan www.tanahairbetathemovie.com.

Sebagian dari hasil penjualan tiket bioskop film ini, akan kami sumbangkan untuk saudara-saudara kita keluarga pengungsi di NTT. Keluarga Indonesia tercinta, ayo ajak anak-anak, semua saudara dan teman kita untuk menonton film "Tanah Air Beta" di bioskop seluruh Indonesia mulai 17 Juni 2010, dan bari kita bantu saudara-saudara kita di NTT.

Film "Tanah Air Beta" dengan bangga di sponsori oleh Lifebuoy dan di dukung oleh Alfamart.




3HATI DUA DUNIA SATU CINTA

Genres: Drama, Keluarga, Remaja
Release Date: July 1st, 2010 (wide)
Production Co.: Mizan Production.

Starring: Pemain Reza Rahadian, Rasyid Karim, Laura Basuki, Arumi Bachsin, Henidar Amroe, Robby Tumewu, Ira Wibowo
Directed/Writer by: Benni Setiawan
Produced by: Putut Widjanarko, Haidar Bagir, Bakhtiar Rakhman.

Reza Rahardian aktor muda berbakat yang pernah berperan sangat baik sebagai Zein dalam film Emak Ingin Naik Haji, tampil lagi di layar lebar. Kali ini dia berperan sebagai Rosid dalam film 3 Hati, Dua Dunia Satu Cinta. Sebuah film yang diadaptasi dari dua novel The Da Peci Code dan Rosid dan Delia karya Ben Sohib.

Di film yang disutradari Benni Setiawan ini, peraih penghargaan pemeran pria utama terbaik dalam ajang Indonesia Movie Award itu dipasangkan dengan Laura Basuk yang berperan sebagai Delia. Film yang akan beredar di bioskop-bioskop dalam negeri pada 1 Juli nanti ini bercerita tentang kisah cinta antara Rosid dan Delia.

Jalinan cinta antara Rosid dan Delia terjadi kala mereka masih menjadi mahasiswa di sebuah kampus. Ketertarikan antara Rosid dan Delia bermula dari karakter yang dimiliki masing-masing. Rosid adalah pemuda nyentrik dengan rambut kribo yang ingin menjadi penyair. Sedangkan Delia adalah pemudi manis dan cenderunt pendiam yang kepincut dengan syair-syair Rosid.

Namun cerita cinta keduanya terhalang jurang yang tidak bisa merka lalui. Mereka berbeda agama. Rosid berasal dari keluarga Arab-Betawi Muslim yang kuat memegang kuat tradisi. Dan dalam diri Delia mengalir darah Manado yang Katolik. Cerita makin dramatis ketika orang tua mereka tidak menyetujui jalinan cinta terlarang itu.

Ketika ditawarkan untuk berperan sebagai Delia, Laura Basuki langsung menerima tawaran tersebut. Bagi dara kelahiran Berlin, 9 Januari 1988 ini, cerita dalam film yang diproduksi Mizan Production itu sangat menarik dan masih jarang diangkat ke layar lebar. Ditambah cerita dalam film ini jelas tidak menyudutkan satu agama tertentu.

Selama terlibat dalam proses syuting, Reza dan laura saling memberikan pujian satu sama lain. Bagi Reza, Laura adalah aktris muda yang cantik dan berbakat. Makanya Reza begitu nyaman saat syuting adegan per adegan bersama Laura. Lain Reza, lain pula Laura. Bagi laura dipasangkan dengan Reza adalah kesempatan pertamanya. Dan Laura sangat menikmati berduet dengan Reza dalam film ini.




MELODI

Jenis Film: Drama, Musical, Semua Umur (General)
Lama Main: 95 Menit
Produksi: Imajika Films, Gerilya Films & Dagoe Film Workshop
Produser: Harry Dagoe Suharyadi
Sutradara: Harry Dagoe Suharyadi
Penulis: Harry Dagoe Suharyadi
Para Pemain: Emir Mahira, Nadya Amanda, Yasmin Jasem, Tengku Risnu Wikana, Djenar Maesa Ayu, Vety Vera, Daus Separo, Mario Maulana, Nadya Vella, Andre Hehanusa.

Harry Dagoe Suharyadi telah angkat nama sebagai sineas pembuat film jenis indie yang sering memenangkan penghargaan dari berbagai festival bertaraf Nasional & Internasional. Berawal dari film pendek, Happy Ending. Kemudian menggarap film feature pertamanya saat mendapat bea siswa ke Jepang, Pachinko... and Everyone Happy (2000) yang kentan nuansa seksnya.

Film debutnya di tanah air, justru sebuah film anak-anak, Ariel dan Raja Langit (2005). Ia juga membuat serial drama anak-anak-musikal untuk Anteve, Ratu Malu dan Jendral Kancil, yang mendapatkan sambuatan bagus secara komersial maupun prestasi.

Mengikuti arus dan situasi film lokal, Harry pun pernah bikin drama-mozaik-delapan kisah unik, Cinta Setaman (2008) yang jadi film pembuka salah satu festival film internasional di Berlin, Jerman Barat dan dinobatkan menjadi nominator film terbaik pada festival film internasional Singapura. Dan film berikutnya, sebuah urban-horor Dikejar Setan (2009). Namun kini Harry kembali ke habitat semula, film anak-anak, atau lebih tepat disebut sebagai film keluarga dipadu dengan drama-komedi-musikal. Tidak kurang dari 13 lagu manis yang sebagian besar lirik dan aransemennya digarap Harry sendiri, antar lain adalah: Lagu Pagi, Orkes Takut Sunat, Teman No 1, Bukan Biang Keok, Requeim of Erna Doet, Suatu Malamku, Bila Masih Ada Hari, dan lain-lain.

Untuk produksi kerjasama Imajika Films dengan Gerilya Film dan Dagoe Film Worshop ini didapuk bintang cilik pemenang piala Citra 2009, EMIR MAHIRA, setelah debutnya lewat Garuda di Dadaku, inilah filmnya terbaru yang patut disambut oleh semua penggemar film Indonesia, tua-muda! Permainan Emir Mahira sebagai Ruli, kompak dengan bintang cilik NADYA AMANDA, yang sudah tampil dalam banyak iklan. Pemeran ayah mereka, TENGKU RISNU WIKANA, yang menonjol aktingnya lewat Laskar Pelangi.

Didukung oleh DJENAR MAESA AYU, biduanita VETY VERA, pelawak DAUS SEPARO (dari serial komsit OB), TJ (Sinden Extravaganza), MARIO MAULANA, NADYA VELLA, ANDRE HEHANUSA, dan banyak lagi lainnya. Diramaikan oleh para penari dari RISA GROUP yang membuat warna film ini menjadi bertambah meriah.

Bagi sebagian kritisi senior yang sudah menonton, mereka berkomentar bahwa film berdurasi 95 menit ini akan mengharu-biru emosi, membuat penonton tertawa sekaligus terharu, dihanyutkan jalinan cerita dan peristiwa yang mengalir lancar dari awal sampai akhir! Jadi rasanya sudah saatnya untuk kita menyaksikan film yang unik ini sebagai tontonan bersama seluruh keluarga.

Mari kita hibur keluarga kita dengan mendatangi bioskop-bioskop pilihan di seluruh Indonesia, selamat menyaksikan hiburan yang sehat dari film "MELODI"




MINGGU PAGI DI VICTORIA PARK

Jenis Film: Drama
Produksi: Pic[k]Lock Production
Produser: Sabrang Mowo Damar Panuluh, Dewi Umaya Rachman


Sutradara: Lola Amaria
Penulis: Titien Watimena
Para Pemain: Lola Amaria, Titi Sjuman, Donny Alamsyah, Donny Damara, Imelda Soraya, Permatasari Harahap, Aline Jusria

Film Minggu Pagi di Victoria Park, produksi Pic[k]Lock yang dibintangi oleh Lola Amaria, Titi Sjuman, Dony Damara, Donny alamsyah disutradarai oleh Lola Amaria, telah ditayangkan mulai tanggal 10 Juni 2010.

Film ini dikerjakan hampir dua tahun, sejak riset, persiapan produksi sampai proses-proses akhir produksi. Pic[k]Lock sangat tertarik dengan isu tenaga kerja di Hongkong, karena fenomena bahwa ternyata Victoria Park dipenuhi perempuan-perempuan Indonesia.

Semakin diselami, bisa disaksikan bagaimana perempuan-perempuan Indonesia berupaya mengembangkan dirinya, meningkatkan berbagai kapasitas yang terkait dengan kemampuan atau keterampilan yang harus mereka kuasai, relasi di lingkungan kerjanya, tak kalah penting upaya-upaya mereka mempertahankan martabatnya sebagai perempuan Indonesia.

Fenomena dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Hongkong serta sisi-sisi kehiduapan TKW yang berasal dari Jawa Timur (karena mayoritas TKW berasal dari Jawa Timur) oleh Pic[k]Lock diangkat dalam repertorar Minggu Pagi di Victoria Park (MPdVP).

Bangunan cerita MPdVP memang berasal dari kejadian-kejadian dan fenomena yang sangat nyata (realitas), namun dikemas menjadi cerita fiksi, bukan dokumenter, hal ini dimaksudkan agar pelajaran kehidupan yang dialami oleh para perempuan Indonesia di Hongkong mampu menembus ke ranah yang lebih luas. Fenomena dan peristiwa-peristiwa yang bobotnya sangat berat dengan kemasan yang menarik diharapkan dapat mudah dicerna sekalipun oleh masyarakat awam, MPdVP dapat berfungsi sebagai media pendidikan namun sama sekali tidak menggurui.




SEHIDUP (TAK) SEMATI

Produksi: Millenium Visitama Film
Produser: Hasrat Djoeir & Gita Jiwatram
Sutradara: Iqbal Rais
Cerita-Skenario: Hilman Mutasi & Lanri Jaya
Para Pemain: Winky Wiryawan, Fanny Fabriana, Joanna Alexandra, Astri Nurdin, Mario Maulana, Henky Solaiman, H. Bolot.

Arwah Seorang Istri yang Teramat Sangat Mencintai Suaminya...
Alkisah, Titan (Winky Wiryawan) dan Helena (Fanny Fabriana) adalah pasangan suami-istri muda yang saling mencintai. Keduanya adalah eksekutif muda yang sukses pula.

Akibatnya Titan menjadi stress berat hingga sering mengalami penampakan Helena. Ternyata ini bukan halusinasi, karena arwah Helena memang masihg gentayangan, saking cintanya pada Titan.

Kondisi ini merugikan Titan yang akan dipromosikan menjadi Vice-President di kantronya. Ia dianggap labil jiwanya karena sering berkomunikasi dengan arwah mendiang Helena yang tak terlihat oleh orang lain.

Helena ingin menjodohkan Titan dengan Irne (Astri Nurdin), bosnya di kantor. Namun sungguh malang bagi Titan, karena Irene juga keburu tewas!

Prikiater (Henky Solaiman) yang merawat Titan memberikan treatment dengan mengirim mahasiswi Olih (Joanna Alesandra) untuk observasi. Segala aktivitas Titan dari pagi sampai malam diikuti Olin.

Selain secara medis, upaya non-medis pun dilakukan. Antaranya minta bantuan paranormal, dukun dan orang pintar. Termasuk Ki Jono Bolot (H. Bolot) yang punya kelebihan bisa melihat yang kasat mata, tapi juga punya kekuarangan yakni kurang pendengaran.

Dari Ki Jono Bolot, barulah Titan mengetahui, bagaimana kiatnya agar arwah Helena bisa 'pergi' dengan tenang. Maka perjalanan Titan untuk melepas arwah Helena dari dunia fana ke alam baka menjadi perjalanan yang romantis, heboh, lucu, dan menjadi suatu pengalaman baru dalam sinema Indonesia...




RATU KOSTMOPOLITAN

Genres: Action, Komedi
Release Date: May 27th, 2010.
Production House: MVP Pictures.

Starring: Luna Maya, Tyas Mirasih, Imey-Liem, Fathir Muchtar, Rezapahlevi, Yattisurachman, Cici Tegal, Verina Widodo, Adi Kurdi.
Directed by: Ody C. Harahap.
Produced by: Raam Punjabi

Ditayangkan serentak tanggal 27 Mei 2010, RATU KOSTmopolitan sebuah film komedi yang sarat aksi, Produksi terbaru dari MVP Pictures. Merupakan film ke-6 dari sutradara Ody C. Harahap (Alexandria, Bangsal 13, Selamanya... , Kawin Kontrak, Kawin Kontrak Lagi, Punk In Love).

Satu hal yang patut di garis bawahi dari film-film karya Ody ini adalah kentalnya suasana kemajemukan suku dan isu sosial. Sebelumnya Ody mengangkat fenomena kamin kontrak dari masyarakat pedesaan di Jawa Barat lewat KAWIN KONTRAK, disusul PUNK IN LOVE, sebuah film roadtrip tentang usaha empat punkers asal Malang, Jawa Timur menjuju Jakarta.

Di film terbarunya, RATU KOSTmopolitan, Ody melirik kehidupan urban kota Jakarta dimana setting-nya adalah sebuah kampung di sebuah daerah Jakarta yang terancam di gusur oleh mafia tanah. Cerita dipusatkan kepada tiga mahasiswi: Gina (Luna Maya) mahasiswi rantau asal Bali, Tari (Tyas Mirasih) mahasiswi rantau asal Manado, dan Zizi (Imey Liem) mahasiswi asal Jawa Timur. Ketiga mahasiswa tersebut ngekost di rumah ibu Laksmi (Yatti Surachman) janda asal Padang.

"Ini adalah film komedi tentang persahabatan, perjuangan dan kecintaan seseorang pada tempat walaupun itu bukan tempat mereka dilahirkan." Jelas Ody.

Syuting film RATU KOSTmopolitan memakan waktu kurang lebih 30 hari dan semua berlokasi di Jakarta. Lokasi berpusat di sebuah perkampungan padat penduduk yang terancam di gusur. Pemilihan gang sempit di Jalan Blora, Jakarta Pusat sebagai lokasi utama syuting bukan karena tanpa sebab. "Gambaran gang sempit dan rumah padat disamping gedung-gedung pencakar langit akan menimbulkan ironi tersendiri bagi penonton" ujar Ody.

Sepanjang film penonton akan di hibur dengan adegan-adegan komedi dengan konten lokal ala Ody dan aksi-aksi adu jotos kelas tinggi. Bukan sekedar film silat dengan efek-efek asal-asalan yang keliatan culun. Bahkan, sebuah rumah sengaja dibangun untuk kemudian dibakar "Sebenarnya saya ingin menggambarkan permasalahan kota Jakarta, terutama penggusuran, itu yang menarik yang ingin saya sampaikan di film ini. Mau gusur? Biasanya bakar dulu!" ujar Ody.




OCEANS

Genres: Art/Foreign and Documentary
Running Time: 1 hr. 40 min.
Release Date: April 22th, 2010 (wide)
MPAA Rating: G.
Distribution: Disneynature.
Production Co.: Galatee Films.
Financiers: France.

Starring or Narrated by: Pierce Brosnan.
Directed by: Jacques Cluzaud, Jacques Perrin.
Produced by: Don Hahn, Kirk Wise, Jake Eberts.

Empat tahun berkelana di lautan, sebanyak 75 ekspedisi dengan 50 lokasi dunia. Jacques Perrin bersama Jacques Cluzaud membawa kamera mereka dengan teknologi tinggi yang belum pernah digunakan sebelumya pada lautan di dunia serta binatang-binatang yang hidup didalamnya.

Durasi 1 jam 40 menit, serasa tidak membosankan melihat pemandangan bawah laut yang memukau, pemirsa sendiri tidak akan terganggu oleh narasi Pierce Brosnan, karena hanya pada bagian tertentu dari cerita saja yang ia narasikan.

Selain menggambarkan keindahan, emosi pemirsa juga diajak mengetahui bagaimana para hewan bertahan hidup dari mulai lahir hingga dewasa sampai akhir kepunahan berbagai spesies yang sudah tidak ada di muka bumi ini.




CHLOE

Genres: Art/Foreign, Thriller and Remake
Running Time: 1 hr. 36 min.
Release Date: March 26th, 2010 (wide)
MPAA Rating: R for Strong sexual content including graphic dialogue, nudity and language.
Distribution: Sony Pictures Classics.
Production Co.: The Montecito Picture Company.
Financiers: Studio Canal.
U.S. Box Office: $1,001,992.
Filming Location: Toronto, Ontario, Canada.
Produced in: Canada.

Starring: Julianne Moore, Liam Neeson, Amanda Seyfried, Max Thieriot, R.H. Thomson (II)
Directed by: Atom Egoyan
Produced by: Jason Reitman, Daniel Dubieckik, Ron Halpem.

Kesuksesan Chloe adalah kekuatan cerita penulisnya Erin Cressida Wilson dan Sutradara Atom Egoyan. Walaupun sebenarnya adu akting Julianne Moore dengan Amanda Seyfried menjadi kekuatan tersendiri.

Amanda Seyfried yang berperan sebagai Chloe bertutur pengalamannya menggoda David Stewart (Liam Neeson) yang menjadi suami Catherine Stewart (Julianne Moore). Seyfried dianggap berhasil mengangkat hasrat sensualitas permisa.

Julianne Moore sendiri mengakui jika ia terangsang, tetapi bukan Julianne Moore jika tidak menguasai aktingnya. Bagaimana hasrat terpendam dan haus akan belaian suami, Catherine menyimak penuturan sensual Chloe, merupakan acting yang luar biasa bagi Moore.


BOX OFFICE

Posisi teratas Box Office Jun 11-13 2010, adalah "Toy Story 3" dari Walt Disney Studios Distribution, dengan total pendapatan $109,000,000. Berikut empat posisi lainnya:
2. "The Karate Kid" (Sony Pictures Releasing).
3. "The A-Team" (20th Century Fox).
4. "Get Him To The Greek" (Universal Pictures).
5. "Shrek Forever After" (Paramount Pictures).

Sedangkan Posisi Box Office sepanjang masa, pada posisi teratas masih dengan "Titanic" dari Paramount Pictures, dengan total pendapatan $600.788.188, dan rilease pada 19 Desember 1997. Berikut empat posisi lainnya:
2. "The Dark Knight" (Warner Bros Pictures Distribution), 18 Juli 2008.
3. "Star Wars" (20th Centruy Fox), 25 Mei 1977.
4. "Shrek 2" (DreamWorks), 19 Mei 2004.
5. "E.T. The Extra-Terrestrial" (Universal Pictures), 11 Juni 1982.



Back to the Top ^
Isi situs ini dapat dikutip sebagian atau seluruh bagian, hanya dengan mengirim
e-mail ke redaksi infosinema, dengan menjelaskan keperluan kutipan.
@copyright by www.infosinema.com 2003-2010.
All Rights Reserved. - Questions? Comments? Please contact our Customer